Pada masa dinasti umayyah pola pendidikan bersifat?

Pada masa dinasti umayyah pola pendidikan bersifat?

Pembahasan

Pada masa dinasti Umayyah pola pendidikan bersifat desentrasi. Desentrasi artinya pendidikan tidak hanya terpusat di Ibukota Negara saja tetapi sudah dikembangkan secara otonom di daerah yang telah dikuasai seiring dengan ekspansi teritorial.

Jadi tempat pendidikan pada periode dinasti Umayyah adalah :

A. Khuttab

Khuttab atau Maktab berasal dari kata dasar kataba yang berarti menulis atau tempat menulis, jadi Khuttab adalah tempat belajar menulis dan membaca, menghafal Al Quran serta belajar pokok – pokok ajaran Islam.

B. Masjid

Setelah pelajaran anak – anak di Khuttab selesai, mereka melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah yang dilakukan di Masjid. Peranan Masjid sebagai pusat pendidikan dan pengajaran senantiasa terbuka lebar bagi setiap orang yang merasa dirinya tetap dan mampu untuk memberikan atau mengajarkan ilmunya kepada orang – orang yang haus akan ilmu pengetahuan.

Masjid sebagai tempat pendidikan terdiri dari dua tingkat. Yaitu tingkat menengah dan tingkat tinggi. Pada dinasti Umayyah, Masjid merupakan tempat pendidikan tingkat menengah dan tingkat tinggi setelah Khuttab. Pelajaran yang diajarkan meliputi Al Quran, Tafsir, Hadits, dan Fiqih. Dan juga diajarkan kesusastraan, sajak, gramatika bahasa, ilmu hitung, dan ilmu perbintangan.

C. Majelis Sastra

Majelis sastra merupakan balai pertemuan yang disiapkan oleh khalifah, dihiasi dengan hiasan yang indah, dan hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka. Menurut M. Al Athiyyah Al Abrasy “Balai – balai pertemuan tersebut mempunyai tradisi khusus yang mesti diindahkan seseorang yang masuk ketika khalifah hadir. Seperti berpakaian necis, bersih dan rapi, duduk di tempat yang sepantasnya, tidak tertawa terbahak – bahak, tidak meludah, tidak mengingus dan tidak menjawab kecuali bila ditanya.

TRENDING:  Sebutkan 10 contoh molekul unsur dan 10 contoh molekul senyawa dalam kehidupan sehari hari

Ia tidak boleh bersuara keras dan harus bertutur kata dengan sopan dan memberi kesempatan pada si pembicara menjelaskan pembicaraannya serta menghindari kata kasar dan tawa terbahak – bahak. Dalam bali – balai pertemuan seperti ini disediakan pokok – pokok persoalan untuk dibicarakan, didiskusikan, dan diperdebatkan.”

D. Pendidikan Istana

Pendidikan ini diselenggarakan dan diperuntukkan khusus bagi anak –anak khalifah dan para pejabat pemerintahan. Kurikulum pada pendidikan istana diarahkan untuk memperoleh kecakapan memegang kendali pemerintahan atau hal – hal yang ada sangkut pautnya dengan keperluan dan kebutuhan pemerintah, maka kurikulumnya diatur oleh guru dan orang tua murid.

Dengan penekanan ini, di Masjid diajarkan beberapa macam ilmu, diantaranya syair, sastra, dan ilmu lainnya.

Selain kemajuan seperti di atas, ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa ini adalah :

1. Ilmu agama, seperti Al Quran, Hadits, dan Fiqih. Proses pembukuan hadits terjadi pada khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sejak saat itulah, hadits mengalami perkembangan pesat.

2. Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid bin Syariah Al Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.

3. Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahu, saraf, dan lain lain.

4. Bidang filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung, dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.

Jawaban

Pada masa dinasti Umayyah pola pendidikan bersifat desentrasi. Desentrasi artinya pendidikan tidak hanya terpusat di Ibukota Negara saja tetapi sudah dikembangkan secara otonom di daerah yang telah dikuasai seiring dengan ekspansi teritorial.

TRENDING:  Di masa pendudukan Jepang, aktivitas pendidikan formal di sekolah-sekolah Indonesia mengalami penurunan karena