Bagaimana para tokoh pergerakan nasional menggunakan media massa?

Bagaimana para tokoh pergerakan nasional menggunakan media massa?

Pembahasan

Pergerakan nasional di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan media massa di Indonesia, khususnya di bidang pers. Perkembangan pers di Indonesia berpengaruh dari pers Belanda dan Tionghoa yang terlebih dahulu memanfaatkan pers untuk membela kepentingan sosial dan politik mereka.

Pers menjadi media utama yang digunakan oleh golongan elit modern Indonesia dalam menyampaikan perlawanan serta kritik terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda.

Salah satu kaum pribumi yang sadar akan pentingnya pers dalam membela kepentingan sosial dan politik yakni Tirto Adhi Soerjo. Ia mendirikan Sarekat Priyayi pada tahun 1906 dan menerbitkan surat kabar “Medan Prijaji” di Bandung pada tahun 1907.

Setahun setelahnya Tirto menerbitkan majalah perempuan pertama di Indonesia “Poetri Hindia”. Pada tahun 1912 Tirto Adhi Soerjo diasingkan oleh Belanda ke Maluku karena tulisan kritik dalam surat kabar miliknya.

Selain Tirto, tokoh yang menggunakan surat kabar untuk menyampaikan kritik terhadap Belanda yakni Ki Hadjar Dewantara. Ia menulis kritik tajam berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya saya seorang Belanda) yang kemudian dimuat dalam surat kabar De Express. Karena hal tersebut, ia ditangkap pada tahun 1913.

Jawaban

Media massa digunakan para tokoh pergerakan nasional untuk menyampaikan aspirasi serta protes mengenai pemerintahan kolonial di Indonesia. Tokoh pergerakan nasional yang menggunakan media massa dalam melawan kolonialisme di Indonesia yakni Tirto Adhi Soerjo dan Ki Hadjar Dewantara.

TRENDING:  Pada saat terbang di udara, gerakan burung dapat dijelaskan dengan hukum ketiga Newton, yaitu dengan cara memanfaatkan sifat aliran udara. Perbandingan besarnya gaya aksi dan reaksi antara burung dengan udara yang benar adalah.