Dalam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari Jawa selalu menggunakan nada

Dalam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari Jawa selalu menggunakan nada…

A. Diatonis
B. Diatonis kromatis
C. Pentatonis
D. Pentatonis Kromatis

Pembahasan

Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang terdiri dari 5 nada pokok dengan jarak yang berbeda-beda. Tangga nada pentatonis banyak digunakan pada musik-musik tradisional nusantara, seperti terdapat pada gamelan Jawa dan Bali.

Selain di Nusantara (Indonesia), tangga nada pentatonis juga sering digunakan pada musik-musik tradisional di Jepang dan Cina. Merujuk pada Modul Seni Budaya kelas 10 (2020) terbitan Kemdikbud. Tangga nada pentatonis disusun berdasarkan urutan nada, bukan berdasarkan jarak antara nada.

Berdasarkan susunan nada yang dimiliki, tangga nada pentatonis terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

Pentatonis Pelog, yaitu tangga nada yang terdiri dari tujuh nada, yakni 1-2-3-4-5-6-7 (do-re-mi-fa-sol-la-si). Namun, nada re dan la sangat jarang digunakan, sehingga nada yang dominan digunakan adalah do-mi-fa-sol-si. Tangga nada pentatonis pelog memiliki sifat tenang dan khidmat.

Contoh lagu daerahnya adalah Gundul-Gundul Pacul, Suwe Ora Jamu, dan lain-lain.

Pentatonis Slendro, yaitu tangga nada yang tersusun atas nada 1-2-3-5-6 (do-re-mi-sol-la). Bertolak belakang dari pentatonis pelog, tangga nada pentatonis slendro memiliki sifat gembira dan semangat.

Contoh lagu daerahnya adalah Cublak Cublak Suweng, Lir Ilir, dan lain-lain.

Jawaban yang paling tepat adalah C. Pentatonis

TRENDING:  Pada masa hindu buddha bangunan candi dilengkapi dengan arca berbentuk trimata yang menggambarkan