olahraga setelah vaksin

Bolehkah Melakukan Aktivitas Olahraga Setelah Vaksin?

Olahraga merupakan aktivitas yang penting dilakukan apalagi di masa pandemi sekarang ini. Selain untuk menjaga kesehatan olahraga juga bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang. Pertanyaanya bolehkah melakukan aktifitas olahraga setelah vaksin?

Pertanyaan ini mungkin muncul dibenak kita terutama yang sudah rutin melakukan olahraga setiap hari. Karena tubuh akan terasa tidak enak ketika tidak berolahraga. Lalu bagaimana kalo kita baru divaksin?

Apa Yang Dimaksud Dengan Vaksin?

Vaksinasi adalah proses penyuntikan vaksin ke tubuh kita supaya terjadi pembentukan antibodi. Tubuh kita akan bekerja sendiri selama 1-2 hari kedepan untuk membentuk antibodi. Karenanya selama 1-2 hari pertama timbullah bermacam-macam gejala yang mungkin muncul akibat dari KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Baca Juga : Cara Daftar Vaksin Booster

Biasanya gejala yang ditimbulkan seperti demam, meriang mungkin juga mual, ini merupakan hal yang wajar karena tubuh sedang memberikan reaksi. Bagaimana jika kita tidak merasakan gejala, apakah boleh berolahraga? Perlu diingat bahwa selama 2 sampai 3 hari pertama setelah vaksin tubuh kita dalam periode yang lemah dan sedang berusaha untuk membentuk antibodi.

Oleh sebab itu disarankan untuk melakukan aktivitas yang ringan-ringan saja. Karena jika melakukan olahraga dengan intensitas yang berat kita tidak bisa membedakan darimana rasa sesak yang ditimbulkan. Apakah sesak karena berolahraga, vaksinasinya atau karena KIPI. Idealnya 3 hari pertama kita tidak melakukan aktivitas apa-apa dulu.

Bagaimana Intensitas Olahraga Setelah Vaksin?

Jika ingin melakukan aktivitas olahraga, ada literatur yang menyarankan untuk memulainya dengan aktivitas olahraga intensitas ringan saja. Tidak disarankan olaharga intensitas sedang apalagi intensitas yang berat.

TRENDING:  Efek Mengkonsumsi Alkohol Pada Tubuh Dan Darah

Olahraga Intensitas Ringan

Bagaimana cara mengukur olahraga dengan intensitas yang ringan? Hal yang paling gampang adalah menggunakan jam pintar yang bisa ukur heart rate maksimal. Banyak metode yag digunakan namun yang paling mudah untuk menghitung maksimal heart rate adalah 220 dikurang umur kita.

Lakukan aktivitas olahraga yang ringan saja yang ada di zona 1 alias 50-60 persen dari maksimal heart rate. Usahakan pantau terus maksimal heart rate kita dan lakukan olahraganya di intensitas ringan 50-60 dari maksimal heart rate.

Bagaimana kalo kita tidak mempunyai jam pintar? Tenang ada cara yang paling gampang yaitu lakukan aktivitas olahraga sambil berbicara atau sambil bersenandung. Jika masih lancar berbicara dan bernyanyi itu tandanya sedang melakukan olahraga intensitas ringan sampai sedang.

Baca Juga : Vitamin Dan Suplemen Untuk Kesehatan Otak

Hati-hati jika kita sedang berolahraga dan ada yang mengajak ngobrol tapi tidak bisa menjawab atau sudah ngos-ngosan banget. Itu artinya kita sedang melakukan aktivitas olahraga dengan intensitas yang berat. Tidak disarankan melakukan hal itu setelah divaksinasi, kita harus tetap dalam intensitas ringan.

Kapan Bisa Melakukan Olahraga Setelah Vaksin

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah kapan bisa mulai olahraga seperti biasa pasca imunisasi atau pasca vaksinasi. Untuk 1-2 hari pertama itu tubuh kita sedang melemah karena sedang membentuk imunitas. Nah Di hari ketiga sampai hari ketujuh jika sudah merasa lebih baik bisa memulainya dengan aktivitas olahraga kardio.

Kenapa olahraga kardio? Karena kardio itu melatih aerobik kita, sementara weight training atau strength training sebaiknya dihindari dulu selama 3-7 hari pertama. Karena weight training bisa memicu terjadinya inflamasi pada otot. Hindari dulu melakukan hal seperti itu pasca vaksinasi. Lakukanlah olahraga kardio dengan intensitas ringan dulu menuju ke intensitas sedang secara bertahap 3-7 hari pertama setelah vaksinasi.

TRENDING:  Apa Saja Manfaat Bekam Untuk Kesehatan Dan Efek Sampingnya

Please jangan bandel walaupun tidak ada gejala yang timbul serta efek berat yang timbul setelah vaksinasi. Namun agar hasilnya maksimal dan tidak timbul efek samping yang membahayakan sebaiknya lakukan olahraga yang ringan saja dulu.